Abstract:
Tingginya mobilitas komuter di Stasiun Rawa Buntu memicu kemacetan akibat
minimnya fasilitas integrasi transportasi. Perancangan ini bertujuan menghadirkan
Transit Productive Living Hub berbasis Transit Oriented Development (TOD)
dengan pendekatan Bangunan Hijau yang menyatukan hunian, ruang kerja, dan area
transit. Melalui analisis tapak, pola pergerakan, dan arsitektur ekologis, strategi
yang diterapkan meliputi pemisahan sirkulasi serta peningkatan konektivitas
pedestrian. Hasilnya menunjukkan kawasan fungsi campuran (mixed-use) yang
ramah lingkungan ini efektif mengurai kemacetan, meningkatkan efisiensi
mobilitas, dan mengubah stasiun menjadi simpul urban yang tertib berkelanjutan.