Abstract:
Penelitian ini dilakukan guna menguji dampak kepuasan kerja serta stres kerja
terhadap turnover intention pada karyawan CV. XYZ, baik secara terpisah (parsial)
maupun bersama-sama (simultan). Menggunakan pendekatan kuantitatif, riset ini
menerapkan metode survei terhadap 100 karyawan divisi produksi CV. XYZ selaku
populasi, di mana seluruhnya dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh.
Data dihimpun via kuesioner berbasis skala Likert, lalu dianalisis memakai
perangkat lunak SPSS melalui serangkaian pengujian, mulai dari uji validitas dan
reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi (R²),
hingga uji t dan uji F. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa kepuasan kerja
memicu dampak signifikan terhadap turnover intention, dengan arah negatif di
mana peningkatan kepuasan kerja akan menekan intensitas karyawan untuk keluar.
Sebaliknya, stres kerja terbukti berkontribusi signifikan secara positif, yang berarti
tingginya tekanan kerja berbanding lurus dengan besarnya keinginan karyawan
untuk mengundurkan diri. Secara kolektif, kedua variabel tersebut juga
berpengaruh signifikan terhadap tingkat turnover intention. Studi ini
mengimplikasikan pentingnya manajemen CV. XYZ untuk meminimalkan
intensitas perpindahan karyawan melalui evaluasi kompensasi yang objektif,
penyediaan jalur karier, pembangunan iklim kerja yang harmonis, penyesuaian
beban kerja, serta penguatan saluran komunikasi internal.