| dc.description.abstract |
Kelingking, olahan bambu muda khas Desa Wisata Sumberdem, Kecamatan
Wonosari, Kabupaten Malang, memiliki potensi gastronomi yang kuat namun
belum dikembangkan secara strategis sebagai produk wisata. Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi unsur-unsur gastronomi dalam kelingking dan
menganalisis pemanfaatannya sebagai daya tarik wisata gastronomi, menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi, yang dianalisis dengan teknik Miles dan Huberman serta
divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kelingking terbentuk dari empat dimensi gastronomi yang saling berkaitan,
yaitu sejarah, budaya, lanskap geografis, dan metode memasak, yang
merepresentasikan pengetahuan lokal masyarakat dalam beradaptasi dengan
lingkungannya. Berdasarkan kerangka something to see, something to do, dan
something to buy, kelingking memiliki potensi kuat pada ketiga elemen tersebut,
namun pemanfaatannya sebagai daya tarik wisata masih belum optimal karena
belum masuk paket wisata resmi, belum terdokumentasi formal, dan belum
dikemas sebagai produk siap jual. Pengembangan kelingking disarankan dilakukan
secara terencana, kolektif, dan berkelanjutan. |
en_US |