<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Medical Physics Program</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/25</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 07:34:51 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-10T07:34:51Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Akumulasi Aktivitas TC-99M Pertechnetate pada Kelenjar Ludah Pasien Hipertiroid</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1586</link>
<description>Analisis Akumulasi Aktivitas TC-99M Pertechnetate pada Kelenjar Ludah Pasien Hipertiroid
Juriyah, Ainun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akumulasi aktivitas Tc-99m pertechnetate pada kelenjar saliva (parotid dan submandibula) serta mengkaji pengaruh usia, jenis kelamin, dan berat badan terhadap nilai akumulasi tersebut pada pasien hipertiroid. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik Region of Interest (ROI) dari hasil citra planar tiroid scan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat akumulasi aktivitas Tc-99m pertechnetate pada seluruh kelenjar yang diamati. Namun, sebagian besar hubungan antara karakteristik pasien dan nilai akumulasi tidak signifikan secara statistik. Hanya pada kelenjar submandibula kiri ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin. Temuan ini menunjukkan bahwa distribusi radiofarmaka Tc-99m pertechnetate lebih dipengaruhi oleh variasi fisiologis dan faktor lain di luar karakteristik dasar pasien.
</description>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1586</guid>
<dc:date>2025-06-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Nilai Diagnostic Reference Level dan Dosis Efektif Computed Tomography Scan Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin pada Pemeriksaan Kepala</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1493</link>
<description>Nilai Diagnostic Reference Level dan Dosis Efektif Computed Tomography Scan Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin pada Pemeriksaan Kepala
Samaliwu, Evelin Trivena
Computed Tomography (CT) Scan merupakan modalitas pencitraan diagnostik&#13;
penting, namun penggunaan sinar-X menimbulkan risiko paparan radiasi.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Diagnostic Reference Level (DRL) dan Dosis&#13;
Efektif pada pemeriksaan CT Scan kepala non-kontras berdasarkan usia dan jenis&#13;
kelamin. Studi ini menggunakan 270 sampel data sekunder dari rekam medis pasien&#13;
yang dikelompokkan berdasarkan usia (5-14 tahun; ≥15 tahun) dan jenis kelamin&#13;
(laki-laki; perempuan). Hasil penelitian menunjukkan nilai DLP untuk kelompok&#13;
usia 5-14 tahun sebesar 1212,68 ± 104,81 mGy.cm dan 1234,4 ± 100,09 mGy.cm&#13;
untuk kelompok usia ≥15 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, nilai DLP pasien lakilaki&#13;
lebih tinggi (1243,3 ± 104,46 mGy.cm) dibandingkan pasien perempuan&#13;
(1223,1 ± 96,01 mGy.cm). Nilai CTDIvol tetap konsisten pada semua kategori&#13;
(53,34 mGy), menunjukkan penggunaan parameter eksposi tetap pada mesin CT&#13;
Scan. Dosis Efektif pasien dewasa menunjukkan perbedaan kecil antara laki-laki&#13;
(2,15 ± 0,18 mSv) dan perempuan (2,12 ± 0,17 mSv). Seluruh parameter dosis&#13;
berada di bawah ambang batas yang ditetapkan BAPETEN. Perbedaan DLP&#13;
terutama disebabkan variasi panjang area pemindaian sesuai ukuran anatomis. Hasil&#13;
ini menunjukkan bahwa protokol CT Scan kepala di Rumah Sakit X telah&#13;
menerapkan proteksi radiasi yang optimal sesuai regulasi.
</description>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1493</guid>
<dc:date>2025-06-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Kebocoran Radiasi pada Ruang Panoramik Menggunakan Surveimeter di Rumah Sakit X</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1491</link>
<description>Evaluasi Kebocoran Radiasi pada Ruang Panoramik Menggunakan Surveimeter di Rumah Sakit X
Theos, Nicholas Austrin
Radiografi panoramik adalah pemeriksaan gigi secara dua dimensi yang paling&#13;
sering digunakan dalam kedokteran gigi karena dosis radiasinya rendah, biaya yang&#13;
relatif rendah, dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambaran gigi secara&#13;
menyeluruh. Meskipun memiliki tingkat radiasi yang lebih rendah dibandingkan&#13;
pesawat radiografi lainnya, ruang panoramik tetap berpotensi mengalami&#13;
kebocoran radiasi jika shielding dinding ruangan tidak didesain dengan baik atau&#13;
terdapatkerusakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat&#13;
kebocoran radiasi di ruang panoramik pada Rumah Sakit X. Pengukuran dilakukan&#13;
dengan cara melakukan pengambilan data melalui pengukuran menggunakan&#13;
surveimeter Canberra pada 10 titik yang terdapat di dalam dan luar ruang&#13;
panoramik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran yang dilakukan di&#13;
luar ruangan maupun dibalik shielding berada dibawah NBD yang ditetapkan Perka&#13;
BAPETEN No.4 Tahun 2013 yaitu, 1 mSv/tahun atau 0,114 μSv/jam untuk&#13;
masyarakat umum dan 20 mSv/tahun atau 2,28 μSv/jam untuk pekerja radiasi.
</description>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1491</guid>
<dc:date>2025-06-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Faktor Eksposi Terhadap Efektivitas Pelindung Tiroid (Collar) pada Pemeriksaan Radiografi Panoramik di Rumah Sakit X</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1490</link>
<description>Pengaruh Faktor Eksposi Terhadap Efektivitas Pelindung Tiroid (Collar) pada Pemeriksaan Radiografi Panoramik di Rumah Sakit X
Edward, Sharon Gracia
Radiasi ionisasi seperti sinar-X digunakan dalam pemeriksaan radiografi&#13;
panoramik untuk memperoleh citra menyeluruh struktur mulut dan gigi. Namun,&#13;
paparan radiasi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko radiasi hambur&#13;
mengenai kelenjar tiroid, yang apabila terjadi secara terus-menerus dapat memicu&#13;
terjadinya kanker tiroid. Proteksi radiasi melalui penggunaan pelindung tiroid&#13;
(collar) berbahan timbal diperlukan untuk mengurangi risiko tersebut. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengukur efektivitas collar dalam menurunkan dosis radiasi&#13;
pada berbagai variasi tegangan dan arus tabung. Collar yang digunakan memiliki&#13;
ketebalan 0,5 mmPb. Pengukuran dosis dilakukan menggunakan dosimeter saku&#13;
Polimaster PM1610 pada faktor eksposi 60 kV, 84 kV, 90 kV, serta 4 mA, 10 mA,&#13;
dan 12 mA. Hasil penelitian menunjukan bahwa collar terbukti efektif dalam&#13;
melindungi kelenjar tiroid dengan rata-rata efektivitas &gt; 95% dan faktor eksposi&#13;
paling optimal dapat digunakan pada tegangan 60 kV dan arus 10 mA.
</description>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1490</guid>
<dc:date>2025-06-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
