<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/21">
<title>Architecture Program</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/21</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1625"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1623"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1585"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1547"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-28T09:29:24Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1625">
<title>Perancangan Bangunan Mixed Use Beserta Ruang Komunal dengan Pendekatan Arsitektur Tropis di Daerah Sudirman, Jakarta Selatan</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1625</link>
<description>Perancangan Bangunan Mixed Use Beserta Ruang Komunal dengan Pendekatan Arsitektur Tropis di Daerah Sudirman, Jakarta Selatan
Silitonga, Marselia Angleen
Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan merupakan salah satu kawasan bisnis dengan &#13;
intensitas aktivitas yang tinggi dan kebutuhan fungsi bangunan yang beragam. Kondisi &#13;
tersebut mendorong perlunya perancangan bangunan mixed-use yang tidak hanya &#13;
mewadahi fungsi hotel, kantor, dan aktivitas komersial, tetapi juga mampu &#13;
menyediakan ruang komunal yang nyaman bagi pengguna. Tugas akhir ini berjudul &#13;
“Perancangan Bangunan Mixed Use beserta Ruang Komunal dengan Pendekatan &#13;
Arsitektur Tropis di Daerah Sudirman, Jakarta Selatan.”&#13;
Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan bangunan mixed-use yang dapat &#13;
mengintegrasikan fungsi hotel, kantor, dan community hub melalui ruang komunal &#13;
sebagai pusat aktivitas kawasan. Pendekatan yang digunakan adalah arsitektur tropis, &#13;
dengan penerapan utama berupa penggunaan secondary skin pada bangunan kantor dan &#13;
pembentukan ruang transisi komunal yang teduh serta nyaman. Melalui pendekatan &#13;
tersebut, rancangan diharapkan mampu merespons kondisi iklim tropis, terutama &#13;
paparan panas matahari, kebutuhan pembayangan, dan kenyamanan ruang luar.&#13;
Proses perancangan dilakukan melalui pengumpulan data, analisis tapak, analisis &#13;
kebutuhan ruang, zonasi, sirkulasi, serta pengembangan konsep perancangan. Hasil &#13;
rancangan menunjukkan pembagian fungsi yang jelas antara area hotel, kantor, &#13;
community hub, ruang publik, ruang privat, dan area servis. Plaza, jalur pedestrian, &#13;
area duduk, dan pop-up tenant dirancang sebagai ruang komunal yang menghubungkan &#13;
seluruh fungsi utama. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan dapat menjadi &#13;
solusi bangunan mixed-use yang responsif terhadap iklim tropis serta mampu &#13;
menghadirkan ruang komunal yang aktif, nyaman, dan mendukung aktivitas urban di &#13;
kawasan Sudirman.
</description>
<dc:date>2026-07-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1623">
<title>Perancangan Transit Productive Living Hub dengan Pendekatan Bangunan Hijau di Daerah Rawa Buntu, Tangerang Selatan</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1623</link>
<description>Perancangan Transit Productive Living Hub dengan Pendekatan Bangunan Hijau di Daerah Rawa Buntu, Tangerang Selatan
Prasetia, Daniel Bun Joel Eka
Tingginya mobilitas komuter di Stasiun Rawa Buntu memicu kemacetan akibat &#13;
minimnya fasilitas integrasi transportasi. Perancangan ini bertujuan menghadirkan &#13;
Transit Productive Living Hub berbasis Transit Oriented Development (TOD) &#13;
dengan pendekatan Bangunan Hijau yang menyatukan hunian, ruang kerja, dan area &#13;
transit. Melalui analisis tapak, pola pergerakan, dan arsitektur ekologis, strategi &#13;
yang diterapkan meliputi pemisahan sirkulasi serta peningkatan konektivitas &#13;
pedestrian. Hasilnya menunjukkan kawasan fungsi campuran (mixed-use) yang &#13;
ramah lingkungan ini efektif mengurai kemacetan, meningkatkan efisiensi &#13;
mobilitas, dan mengubah stasiun menjadi simpul urban yang tertib berkelanjutan.
</description>
<dc:date>2026-06-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1585">
<title>Kajian Penerapan Strategi Desain Arsitektur terhadap Kenyamanan Termal pada Bangunan Pendidikan Politeknik Industri ATMI Cikarang, Bekasi</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1585</link>
<description>Kajian Penerapan Strategi Desain Arsitektur terhadap Kenyamanan Termal pada Bangunan Pendidikan Politeknik Industri ATMI Cikarang, Bekasi
Bondan, Andrew Jonathan
Peningkatan suhu lingkungan akibat pemanasan global memberikan dampak&#13;
signifikan terhadap kenyamanan termal bangunan, khususnya pada kawasan&#13;
industri di wilayah beriklim tropis seperti Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kondisi&#13;
tersebut diperparah oleh tingginya kepadatan bangunan, dominasi material&#13;
penyerap panas, serta keterbatasan ruang terbuka hijau yang memicu terbentuknya&#13;
fenomena urban heat island. Dalam konteks bangunan pendidikan, kenyamanan&#13;
termal menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap konsentrasi,&#13;
produktivitas, dan kualitas aktivitas belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengkaji penerapan strategi desain arsitektur, dalam mendukung&#13;
kenyamanan termal pada bangunan pendidikan di kawasan industri tropis, dengan&#13;
studi kasus Politeknik Industri ATMI Cikarang. Metode penelitian yang&#13;
digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, studi&#13;
dokumentasi gambar kerja, serta observasi kondisi fisik bangunan. Analisis&#13;
difokuskan pada aspek orientasi bangunan, ventilasi alami, material bangunan,&#13;
elemen peneduh, serta peran vegetasi terhadap pengendalian iklim mikro. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi desain pada bangunan&#13;
Politeknik Industri ATMI Cikarang berperan dalam mengurangi beban panas&#13;
lingkungan dan mendukung kenyamanan termal ruang, meskipun masih terdapat&#13;
potensi optimalisasi pada beberapa elemen desain. Penelitian ini diharapkan dapat&#13;
menjadi referensi dalam perancangan bangunan pendidikan yang adaptif terhadap&#13;
iklim tropis, hemat energi, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna.
</description>
<dc:date>2026-01-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1547">
<title>Komparasi Anatomi dan Tatanan Arsitektur pada Dancing Mountain House dan Slanted House Karya Budi Pradono Architects</title>
<link>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1547</link>
<description>Komparasi Anatomi dan Tatanan Arsitektur pada Dancing Mountain House dan Slanted House Karya Budi Pradono Architects
Maharani, Shanniva
Budi Pradono adalah salah satu arsitek ternama di Indonesia yagn dalam proses desainnya &#13;
sangat memperhatikan lingkungan sekitar dan dampaknya. Dancing Mountain House dan &#13;
Slanted House merupakan karya Budi Pradono Architects yang terletak di perdesaan dan &#13;
perkotaan serta memiliki pendekatan dekonstruksi pada desainnya. Penelitian ini merupakan &#13;
penelitian kualitatif deskriptif dengan mengkomparasi dua objek studi kasus melalui &#13;
pendekatan deduktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Dancing Mountain &#13;
House dan Slanted House menggunakan teori anatomi dan tatanan arsitektur milik Prof. &#13;
Purnama Salura. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan kesimpulan anatomi arsitektur &#13;
berupa Dancing Mountian House (DMH) dan Slanted House (SH) berbeda dalam konteks &#13;
lingkungan sekitar karena letaknya di perdesaan dengan hutan tropis dan perkotaan dengan &#13;
gedung tinggi. Hal ini tampak dari perbedaan dominasi penggunaan material lokal bambu &#13;
dan kayu pada DMH dan dominasi material buatan manusia seperti beton dan baja pada SH.&#13;
Dalam konteks tapak, bentuk tapak DMH adalah trapesium tidak beraturan dengan kontur &#13;
sedangkan SH tapak persegi panjang tanpa kontur. Bentuk atap keduanya merupakan hasil &#13;
dekonstruksi wilayah sekitarnya yang kemudian tampak dalam gaya modern. Struktur bambu &#13;
digunakan pada DMH, sedangkan pada SH merupakan struktur baja miring dengan &#13;
kemiringan 70°. Ornamen pada DMH bersifat mengarahkan seperti dinding pembatas dan &#13;
gerbang, sedangkan pada SH bersifat visual seperti pagar bermotif, tangga melayang, dan &#13;
pohon. Dalam segi tatanan properti internal, DMH memiliki unsur asimetris dan &#13;
pengulangan, sedangkan SH memiliki unsur sumbu dan pengulangan. Dalam properti &#13;
eksternal, DMH memiliki warna dominan hangat dengan transparansi kaca dan struktur &#13;
bambu ekspos, sedangkan SH warna dominan dingin putih dengan transparansi kaca dan &#13;
struktur baja ekspos. Pada posisi ruang terdapat perbedaan tinggi pada kedua bangunan. &#13;
Pengaturan ruang kedua bangunan linier dan menciptakan sirkulasi linier. Terdapat &#13;
dekonstruksi pada desain LDP di DMH dan master bathroom di SH.
</description>
<dc:date>2025-07-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
