<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Hospitality &amp; Tourism Program</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/22" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/22</id>
<updated>2026-08-04T04:50:51Z</updated>
<dc:date>2026-08-04T04:50:51Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis dan Perancangan Service Delivery System Menggunakan Metode Service Blueprint untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Group Series Tour - TX Travel, Jakarta</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1634" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wangsa, Vanessa</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1634</id>
<updated>2026-07-27T09:13:47Z</updated>
<published>2026-07-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis dan Perancangan Service Delivery System Menggunakan Metode Service Blueprint untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Group Series Tour - TX Travel, Jakarta
Wangsa, Vanessa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi dinamis sektor pariwisata akibat&#13;
kemajuan teknologi dan kehadiran Online Travel Agents (OTAs) yang memicu&#13;
persaingan harga sangat ketat di kalangan biro perjalanan wisata tradisional. Di&#13;
tengah fenomena transisi pasar tersebut, kualitas layanan menjadi penentu utama&#13;
kepuasan dan loyalitas konsumen (Hanelt, 2024), namun TX Travel Jakarta belum &#13;
memiliki dokumen service blueprint maupun standar operasional prosedur (SOP)&#13;
formal untuk produk group series tour yang memiliki kompleksitas tinggi, sehingga &#13;
pelayanan masih bersifat subjektif dan penanganan masalah di lapangan cenderung &#13;
reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang existing service blueprint, &#13;
mengidentifikasi titik kritis kegagalan layanan (fail points), serta merancang&#13;
kembali (redesign) service blueprint yang diusulkan sebagai upaya meminimalkan&#13;
kegagalan layanan. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif&#13;
dengan metode deskriptif dan interpretatif, di mana pengumpulan data dilakukan &#13;
melalui observasi non-partisipatif, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi &#13;
internal perusahaan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive &#13;
sampling yang melibatkan Operation Manager sebagai key informant, serta staf&#13;
Sales Counter dan Tour Leader sebagai participants. Teknik analisis data yang &#13;
digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data,&#13;
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
absennya standardisasi memicu timbulnya fail points berdasarkan teori Bordoloi et&#13;
al. (2019) berupa ketidaksediaan layanan, kinerja lambat, dan layanan di bawah&#13;
standar (seperti kendala fasilitas kamar hotel dan makanan restoran mitra). Sebagai&#13;
solusi, rancangan ulang service blueprint disusun berdasarkan strategi Wirtz &amp; &#13;
Lovelock (2022) guna mentransformasi penanganan layanan menjadi preventif dan&#13;
proaktif melalui penyederhanaan proses, mitigasi bottleneck, serta transisi ke &#13;
layanan mandiri berbasis teknologi. Kesimpulannya, pemetaan terstruktur melalui&#13;
service blueprint sangat vital untuk mengeliminasi subjektivitas kinerja individu &#13;
staf dan mencegah risiko kegagalan operasional yang dapat menurunkan kepuasan&#13;
pelanggan. Penelitian ini menyarankan pihak manajemen TX Travel untuk &#13;
mengimplementasikan usulan redesign service blueprint sebagai panduan &#13;
operasional formal demi mengurangi human error, melindungi margin keuntungan, &#13;
serta memperkuat daya saing perusahaan.
</summary>
<dc:date>2026-07-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Pengaruh Service Quality terhadap Kepuasan Pelanggan SA.TUANG Coffee Tangerang</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1614" rel="alternate"/>
<author>
<name>Jauharie, Kaisar Shauma Rif’at</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1614</id>
<updated>2026-07-23T08:29:12Z</updated>
<published>2026-06-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengaruh Service Quality terhadap Kepuasan Pelanggan SA.TUANG Coffee Tangerang
Jauharie, Kaisar Shauma Rif’at
Industri pengolahan kopi nasional, khususnya sektor kedai kopi, menuntut pelaku &#13;
usaha secara aktif mengevaluasi dan memperbaiki kualitas pelayanan agar &#13;
menciptakan kepuasan pelanggan dan mempertahankan bisnis jangka panjang. &#13;
Penelitian ini mengukur besaran pengaruh kualitas pelayanan atas kepuasan &#13;
pelanggan di Sa.Tuang Coffee Tangerang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan &#13;
kuantitatif asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah semua pelanggan yang &#13;
pernah melakukan transaksi dan mengonsumsi produk secara langsung (dine-in) di &#13;
dua cabang operasional Sa.Tuang Coffee wilayah Tangerang. Sampel diperoleh &#13;
menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan metode Purposive &#13;
Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Pengumpulan data &#13;
primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner menggunakan Skala Likert 1-5. &#13;
Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linier dengan software &#13;
Jamovi. Hasil analisis regresi menunjukkan Kualitas pelayanan berpengaruh positif &#13;
dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan secara parsial dengan kontribusi &#13;
pengaruh sebesar 59,08%, sisanya sebesar 40,92% dipengaruhi oleh variabel lain di &#13;
luar model.
</summary>
<dc:date>2026-06-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Eksplorasi Pengelolahan, Penerapan, dan Standar Operasional Prosedur Food Waste di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1613" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yoga, Vincensius</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1613</id>
<updated>2026-07-23T08:16:59Z</updated>
<published>2026-06-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Eksplorasi Pengelolahan, Penerapan, dan Standar Operasional Prosedur Food Waste di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong
Yoga, Vincensius
Food waste merupakan salah satu permasalahan yang masih dihadapi industri &#13;
perhotelan, khususnya pada operasional departemen makanan dan minuman. Hotel &#13;
JHL Solitaire Gading Serpong, food waste berpotensi meningkatkan biaya &#13;
operasional, menurunkan efisiensi penggunaan bahan baku, serta berdampak &#13;
terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk &#13;
menggali faktor-faktor penyebab terjadi food waste serta menganalisis standar &#13;
operasional prosedur (SOP) didalam pengelolaan food waste di Hotel JHL Solitaire &#13;
Gading Serpong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode &#13;
studi kasus. Narasumber ditentukan dengan teknik purposive sampling yang &#13;
melibatkan lima informan yang terdiri atas Executive Sous Chef, Chef de Partie, &#13;
Demi Chef, Cook, dan Commis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara &#13;
mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, &#13;
Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan &#13;
kesimpulan, serta didukung proses coding menggunakan perangkat lunak NVivo. &#13;
Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan &#13;
member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab food waste&#13;
dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor operasional, faktor sumber daya &#13;
manusia (SDM), dan perilaku konsumen. Faktor operasional menjadi penyebab &#13;
yang paling dominan, meliputi forecasting jumlah tamu yang kurang akurat, &#13;
overproduction, sistem buffet, dan pengelolaan bahan makanan. Hotel telah &#13;
menerapkan SOP melalui sistem FIFO, standard recipe, pengendalian gramasi, &#13;
pencatatan food waste, serta evaluasi rutin. Namun, implementasi SOP masih &#13;
memerlukan peningkatan konsistensi dalam pelaksanaan dan pengawasan. &#13;
Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan implementasi SOP, &#13;
peningkatan kompetensi SDM, optimalisasi perencanaan produksi, dan edukasi &#13;
kepada konsumen merupakan strategi penting dalam mendukung pengelolaan food &#13;
waste yang efektif dan berkelanjutan di industri perhotelan.
</summary>
<dc:date>2026-06-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Metode Servqual dan Importance Performance Analysis (IPA) Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan di Hotel XYZ</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1610" rel="alternate"/>
<author>
<name>Poluan, Regina Calista</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1610</id>
<updated>2026-07-23T07:05:57Z</updated>
<published>2026-06-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Metode Servqual dan Importance Performance Analysis (IPA) Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan di Hotel XYZ
Poluan, Regina Calista
Industri perhotelan di Jakarta menghadapi persaingan yang semakin ketat &#13;
seiring masuknya brand hotel internasional yang membawa standar layanan &#13;
global dan teknologi modern. Dalam konteks ini, hotel-hotel lokal dengan sejarah &#13;
operasional panjang perlu secara kontinu mengevaluasi kualitas layanannya untuk &#13;
mempertahankan daya saing dan relevansi di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis kualitas layanan pada Hotel XYZ, salah satu hotel berbintang lima &#13;
di kawasan Central Business District Jakarta menggunakan metode SERVQUAL &#13;
dan Importance-Performance Analysis (IPA). Data dikumpulkan melalui survei &#13;
kuesioner terhadap 152 responden yang merupakan tamu hotel dalam periode tiga &#13;
bulan terakhir.&#13;
Hasil analisis SERVQUAL menunjukkan adanya kesenjangan kualitas &#13;
layanan (gap negatif) pada empat dari lima dimensi, yaitu Tangibles (gap -0,26), &#13;
Reliability (gap -0,45), Responsiveness (gap -0,51), dan Empathy (gap -0,07). &#13;
Hanya dimensi Assurance yang menunjukkan hasil positif (gap +0,04). &#13;
Kesenjangan terbesar terdapat pada dimensi Responsiveness, khususnya atribut &#13;
kemampuan staf dalam memahami kebutuhan spesifik tamu (gap -0,64). Hasil &#13;
analisis IPA memperkuat temuan tersebut dengan mengidentifikasi delapan atribut &#13;
pada Kuadran I (Concentrate Here) yang menjadi prioritas utama perbaikan, &#13;
meliputi seluruh atribut dimensi Reliability dan Responsiveness serta estetika lobi &#13;
dan ruang umum. Sebaliknya, delapan atribut pada Kuadran IV (Possible &#13;
Overkill)—yang mencakup dimensi Assurance dan sebagian Empathy—&#13;
mengindikasikan adanya potensi realokasi sumber daya. Data survei terbuka &#13;
mengonfirmasi keluhan tamu terpusat pada profesionalisme staf, kecepatan &#13;
respons, ketidaksesuaian fasilitas dengan promosi, serta kondisi fisik yang &#13;
terkesan usang.&#13;
Penelitian ini merekomendasikan fokus perbaikan pada dimensi Reliability&#13;
dan Responsiveness melalui pelatihan intensif staf frontline, implementasi sistem &#13;
manajemen keluhan berbasis teknologi, selarasan komunikasi pemasaran dengan &#13;
kapasitas operasional, serta renovasi bertahap area publik dengan tetap &#13;
mempertahankan elemen heritage. Selain itu, diusulkan realokasi sumber daya &#13;
dari area berkinerja tinggi namun kurang penting (Possible Overkill) menuju area &#13;
kritis yang memerlukan perhatian segera (Concentrate Here).
</summary>
<dc:date>2026-06-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
