<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Architecture Program</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/21" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/21</id>
<updated>2026-06-10T07:43:21Z</updated>
<dc:date>2026-06-10T07:43:21Z</dc:date>
<entry>
<title>Kajian Penerapan Strategi Desain Arsitektur terhadap Kenyamanan Termal pada Bangunan Pendidikan Politeknik Industri ATMI Cikarang, Bekasi</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1585" rel="alternate"/>
<author>
<name>Bondan, Andrew Jonathan</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1585</id>
<updated>2026-01-30T03:08:25Z</updated>
<published>2026-01-15T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kajian Penerapan Strategi Desain Arsitektur terhadap Kenyamanan Termal pada Bangunan Pendidikan Politeknik Industri ATMI Cikarang, Bekasi
Bondan, Andrew Jonathan
Peningkatan suhu lingkungan akibat pemanasan global memberikan dampak&#13;
signifikan terhadap kenyamanan termal bangunan, khususnya pada kawasan&#13;
industri di wilayah beriklim tropis seperti Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kondisi&#13;
tersebut diperparah oleh tingginya kepadatan bangunan, dominasi material&#13;
penyerap panas, serta keterbatasan ruang terbuka hijau yang memicu terbentuknya&#13;
fenomena urban heat island. Dalam konteks bangunan pendidikan, kenyamanan&#13;
termal menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap konsentrasi,&#13;
produktivitas, dan kualitas aktivitas belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengkaji penerapan strategi desain arsitektur, dalam mendukung&#13;
kenyamanan termal pada bangunan pendidikan di kawasan industri tropis, dengan&#13;
studi kasus Politeknik Industri ATMI Cikarang. Metode penelitian yang&#13;
digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, studi&#13;
dokumentasi gambar kerja, serta observasi kondisi fisik bangunan. Analisis&#13;
difokuskan pada aspek orientasi bangunan, ventilasi alami, material bangunan,&#13;
elemen peneduh, serta peran vegetasi terhadap pengendalian iklim mikro. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi desain pada bangunan&#13;
Politeknik Industri ATMI Cikarang berperan dalam mengurangi beban panas&#13;
lingkungan dan mendukung kenyamanan termal ruang, meskipun masih terdapat&#13;
potensi optimalisasi pada beberapa elemen desain. Penelitian ini diharapkan dapat&#13;
menjadi referensi dalam perancangan bangunan pendidikan yang adaptif terhadap&#13;
iklim tropis, hemat energi, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna.
</summary>
<dc:date>2026-01-15T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Komparasi Anatomi dan Tatanan Arsitektur pada Dancing Mountain House dan Slanted House Karya Budi Pradono Architects</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1547" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maharani, Shanniva</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1547</id>
<updated>2025-09-04T07:04:41Z</updated>
<published>2025-07-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Komparasi Anatomi dan Tatanan Arsitektur pada Dancing Mountain House dan Slanted House Karya Budi Pradono Architects
Maharani, Shanniva
Budi Pradono adalah salah satu arsitek ternama di Indonesia yagn dalam proses desainnya &#13;
sangat memperhatikan lingkungan sekitar dan dampaknya. Dancing Mountain House dan &#13;
Slanted House merupakan karya Budi Pradono Architects yang terletak di perdesaan dan &#13;
perkotaan serta memiliki pendekatan dekonstruksi pada desainnya. Penelitian ini merupakan &#13;
penelitian kualitatif deskriptif dengan mengkomparasi dua objek studi kasus melalui &#13;
pendekatan deduktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Dancing Mountain &#13;
House dan Slanted House menggunakan teori anatomi dan tatanan arsitektur milik Prof. &#13;
Purnama Salura. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan kesimpulan anatomi arsitektur &#13;
berupa Dancing Mountian House (DMH) dan Slanted House (SH) berbeda dalam konteks &#13;
lingkungan sekitar karena letaknya di perdesaan dengan hutan tropis dan perkotaan dengan &#13;
gedung tinggi. Hal ini tampak dari perbedaan dominasi penggunaan material lokal bambu &#13;
dan kayu pada DMH dan dominasi material buatan manusia seperti beton dan baja pada SH.&#13;
Dalam konteks tapak, bentuk tapak DMH adalah trapesium tidak beraturan dengan kontur &#13;
sedangkan SH tapak persegi panjang tanpa kontur. Bentuk atap keduanya merupakan hasil &#13;
dekonstruksi wilayah sekitarnya yang kemudian tampak dalam gaya modern. Struktur bambu &#13;
digunakan pada DMH, sedangkan pada SH merupakan struktur baja miring dengan &#13;
kemiringan 70°. Ornamen pada DMH bersifat mengarahkan seperti dinding pembatas dan &#13;
gerbang, sedangkan pada SH bersifat visual seperti pagar bermotif, tangga melayang, dan &#13;
pohon. Dalam segi tatanan properti internal, DMH memiliki unsur asimetris dan &#13;
pengulangan, sedangkan SH memiliki unsur sumbu dan pengulangan. Dalam properti &#13;
eksternal, DMH memiliki warna dominan hangat dengan transparansi kaca dan struktur &#13;
bambu ekspos, sedangkan SH warna dominan dingin putih dengan transparansi kaca dan &#13;
struktur baja ekspos. Pada posisi ruang terdapat perbedaan tinggi pada kedua bangunan. &#13;
Pengaturan ruang kedua bangunan linier dan menciptakan sirkulasi linier. Terdapat &#13;
dekonstruksi pada desain LDP di DMH dan master bathroom di SH.
</summary>
<dc:date>2025-07-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kajian Komparasi Elemen-Elemen Pembentuk Kawasan Antara Kawasan Perumahan Formal dan Kampung Eksisting (Studi Kasus: Kampung Pondok Jengkol, Lengkong Kulon, Pagedangan, Tangerang, Banten)</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1310" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wibowo, Vivian Dea</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1310</id>
<updated>2024-07-29T07:08:52Z</updated>
<published>2024-06-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kajian Komparasi Elemen-Elemen Pembentuk Kawasan Antara Kawasan Perumahan Formal dan Kampung Eksisting (Studi Kasus: Kampung Pondok Jengkol, Lengkong Kulon, Pagedangan, Tangerang, Banten)
Wibowo, Vivian Dea
Perbedaan pengolahan kawasan antara perumahan formal terhadap kampung eksisting&#13;
dapat kita temukan pada kawasan new town di Indonesia, contohnya perbedaan pengolahan&#13;
kawasan yang terdapat pada new town BSD dan Gading Serpong dengan kawasan kampungkampung eksisting sekitarnya di Tangerang, Banten. Akibat dari fenomena inilah, kita dapat&#13;
secara mudah mendapati keberadaan kampung-kampung eksisting terapit di kawasan new&#13;
town, salah satu contohnya ialah Kampung Pondok Jengkol. Melalui fenomena dan&#13;
karakteristik baru sebagai dampak dari kemunculan pertumbuhan makro kawasan ini, tentunya&#13;
turut membuktikan hilangnya beberapa teori terkait sifat suatu. Dengan perbedaan pengolahan&#13;
kawasan yang kontras antara kawasan new town BSD City dan Gading Serpong dengan&#13;
Kampung Pondok Jengkol, menjadikan kesinambungan kawasan yang terjalin antara keduanya&#13;
semakin minim, karena dengan tingkat kekontrasan yang ada, kawasan tidak memiliki harmoni&#13;
yang menjalin keduanya. Berangkat dari teori-teori kawasan yang ada, dapat disimpulkan pula&#13;
bahwa kawasan secara tidak langsung memiliki jangkauan value kawasan yang terbatas,&#13;
dikarenakan fenomena keberadaan kawasan eksisting yang kontras pada kawasan&#13;
pengembangan tanpa pengolahan yang menyatukan keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
melihat komparasi elemen-elemen kawasan pada kawasan eksisting berupa kampung dan pada&#13;
kawasan pengembangan new town, sebagai dasar untuk mengetahui kekontrasan&#13;
pengembangan kedua kawasan. Kajian penelitian dilakukan dengan menggunakan metode&#13;
penelitian kualitatif deskriptif, yakni dengan meneliti dan menganalisis berdasarkan data-data&#13;
yang ada secara lebih mendalam melalui pembahasan secara studi kasus. Komparasi yang&#13;
dilakukan secara lebih lanjut akan dibahas menggunakan teori elemen-elemen kawasan Hamid&#13;
Shirvani sebagai dasar gubahan dan teori-teori kawasan lainnya sebagai teori pendukung. Hasil&#13;
dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa melalui komparasi yang dilakukan dapat&#13;
terlihat bahwa terdapat perbedaan keberadaan elemen-elemen kawasan pada kedua kawasan.&#13;
Dapat disimpulkan bahwa dengan perbedaan yang kontras pada elemen-elemen kawasan antara&#13;
perumahan formal dengan Kampung Pondok Jengkol, hal ini memunculkan ketidakharmonisan&#13;
pada kawasan secara keseluruhan. Analisis komparasi yang dilakukan turut memperlihatkan&#13;
bahwa kawasan tidak sepenuhnya memenuhi teori Shirvani, menjadikan kawasan memiliki&#13;
nilai pengembangan yang tidak maksimal. Selain itu, dengan tingkat kontras kedua kawasan&#13;
tanpa solusi kesinambungan yang jelas memunculkan fenomena baru pada kawasan, yakni&#13;
segregasi fisik maupun non-fisik yang tidak dapat terhindarkan pada kawasan
</summary>
<dc:date>2024-06-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Identifikasi Elemen Arsitektural Pembentuk Spirit Of Place pada Ruang dalam Masjid Al Irsyad, Bandung</title>
<link href="http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1309" rel="alternate"/>
<author>
<name>Jose, Alpredo</name>
</author>
<id>http://repository.matanauniversity.ac.id:8080/xmlui/123456789/1309</id>
<updated>2024-07-29T07:00:40Z</updated>
<published>2024-06-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Identifikasi Elemen Arsitektural Pembentuk Spirit Of Place pada Ruang dalam Masjid Al Irsyad, Bandung
Jose, Alpredo
Dalam penelitian ini, peneliti mengangkat topik tentang Spirit of place. Spirit of place&#13;
merupakan salah satu aspek yang cukup penting didalam dunia arsitektur. Melalui sprit of&#13;
place, para pengguna dapat merasakan adanya keterikatan antara pengguna dan jiwa pada&#13;
suatu tempat. Dengan adanya spirit of place pada suatu tempat, membuat tempat tersebut&#13;
memilki karakter dan identitas yang kuat. Salah satu contoh yang tepat untuk mengungkapkan&#13;
aspek spirit of place ialah tempat ibadah. Masjid Al Irsyad merupakan salah satu masjid di&#13;
Kota Baru Parahyangan yang dipilih peneliti dalam penelitian ini. Dengan segala&#13;
kontrasanya, masjid ini banyak mengantongi berbagai penghargaan dalam dunia arsitektur.&#13;
Pada kajian kali ini, peneliti menggunakan metodelogi kualitatif dengan pendekatan&#13;
deskriptif. Tujuan penelitian kualitatif deskriptif adalah untuk mengungkapkan secara detail&#13;
suatu objek yang diteliti. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, ialah melakukan&#13;
pengkajian studi pustaka, observasi, wawancara dan penggambaran ulang. Dalam kasus ini&#13;
menggunakan pemikiran Thomas Evensen sebagai alat bantu bedah anatomi bangunan dan&#13;
memberikan gambaran ekspresi eksistensial pada suatu objek. Penelitian kali ini&#13;
mendapatkan kesimpulan bahwa elemen berperan dalam membentuk spirit of place pada&#13;
bangunan masjid Al Isryad adalah elemen mihrab dan plafon. kedua elemen ini memberikan&#13;
pengalam ruang yang baik bagi para Jemaah yang datang. Suasana yang hadirpun bermacammacam, mulai dari tenang, khusuk, sejuk, menyatu dengan alam serta selalu ingat dengan&#13;
Allah jika berkunjung ke masjid Al-Irsyad Ini. Diharapan dengan penelitian kali ini dapat&#13;
menjadi referensi bagi keilmuan arsitektur , Pendidikan arsitektur, dan masyarakat umum
</summary>
<dc:date>2024-06-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
